Sabtu, 08 Agustus 2015

TAHAP KEDELAPAN PENDEKATAN TIDAK LANGSUNG



 
www.sahabat-wangi.com/index.php?id=drfreddy
Mau beli atau jualan juga?

TAHAP KEDELAPAN
PENDEKATAN TIDAK LANGSUNG

"Hai, aku harus segera pergi tapi aku harus bicara denganmu secepat mungkin.  Kau punya waktu? Bagus.  Begini, kau selalu mendukungku dan aku sangat menghargai itu."
"Aku baru memulai bisnis baru dan aku sangat gugup. Sebelum kumulai, aku harus melatih ini dengan orang terdekat.  Apakah kau keberatan jika aku mempraktikkan ini padamu? (Mereka menjawab tidak keberatan.)
"Bagus! Jika aku memberi VCD atau tautan youtube yg menyediakan informasi dengan cara profesional, kau mau menontonnya?" (Mereka menjawab ya.)
"Durasinya sekitar 15 menit.  Kapan pastinya kau bisa menontonnya?" (Mereka menjawab Kamis.)
"Jadi, jika aku menelponmu pd Jumat pagi, kau pasti sudah mempertimbangkannya, bukan? Luar biasa.  Berapa nomor teleponmu dan kapan sebaiknya aku menelponmu?" (Mereka memberikan informasi.)
"Bagus, kita mengobrol lagi nanti.  Aku harus pergi. Terimakasih, ya!"

SESEORANG YG SANGAT SUKSES - PENDEKATAN SUPER TIDAK LANGSUNG
"Aku tahu kau sibuk dan aku juga harus mengurusi banyak hal tapi syukurlah aku bisa menghubungimu.  Kau luar biasa sukses dan aku selalu menghargai caramu berbisnis."
"Baru-baru ini aku memulai bisnis baru dan aku mencari orang-orang cerdas.  Bisnis yg kujalankan ini jelas bukan untukmu tapi aku ingin bertanya siapa orang yg kau kenal ambisius, termotivasi dg uang dan senang dengan ide menambah pemasukan dalam hidup mereka?" (Mereka menjawab mereka mengenal beberapa orang.)
"Aku mengerti kalau kau ingin tahu lebih banyak sebelum merekomendasikan seseorang. Aku mempunyai VCD yg dengan tepat menjelaskan apa yang kulakukan dan jenis orang yang kucari.  Ini pengenalan singkatnya."
"Jika kukirimkan satu untukmu, kau mau memeriksanya? (Mereka menjawab mereka mau.) "Terimakasih.  Kapan pastinya kau bisa menontonnya?" (Mereka menjawab Senin depan.)
"Baiklah. Jadi, jika kau kutelepon Selasa depan, kau pasti sudah mempertimbangkannya, bukan?"
"Baiklah, akan kuhubungi lagi nanti.  Berapa nomor telepon dan kapan sebaiknya aku menelponmu? (Mereka memberikan informasi.) "Baiklah, bagus.  Sekali lagi terimakasih.  Aku sangat menghargainya.  Akan kuhubungi lagi Selasa depan."

PROSPEK PASAR DINGIN YANG MELAKUKAN PEKERJAAN BAGUS DENGAN MENJUAL BEBERAPA INFORMASI – PENDEKATAN LANGSUNG
“Sekarang, bukan waktu tepat untuk membahas ini dan saya harus pergi.  Namun Anda orang super cerdas dan saya kebetulan mencari beberapa orang cerdas.  Apa Anda berencana untuk melanjutkan apa yang Anda lakukan sekarang ini sepanjang karier Anda?” (Mereka menjawab tidak.)

“Bagus. Saya memiliki sesuatu yang mungkin membuat Anda berminat.  Sekarang bukan saat tepat untuk membahasnya tapi saya mempunyai tautan youtube yang menjelaskan informasi tersebut secara lengkap.  Jika saya berikan tautan itu pada Anda, bersediakah Anda menontonnya?” (Mereka menjawab ya.) “Kapan pastinya Anda bisa menonton itu?” (Mereka menjawab Minggu.)

“Jadi, jika saya menelpon Anda pada hari Senin, Anda pasti sudah mempertimbangkannya, bukan?” (Mereka menjawab ya)
“Baiklah, saya akan menghubungi Anda nanti.  Berapa nomor telepon Anda dan kapan sebaiknya saya menelpon Anda.” (Mereka memberikan informasi)

“Oke, ini kaitan youtube nya. Sekali lagi terima kasih atas bantuan luar biasa dari Anda.  Saya akan menghubungi Anda lagi.”

Apa Anda merasakan bagaimana kalimat ini mengalir?  Tentunya ada banyak kemungkinan variasi kalimat untuk beragam tipe prospek.
Namun saya harap contoh di atas membantu Anda memahami bagaimana semuanya dapat menyatu.

Mengenai rancangan percakapan, alangkah baiknya jika Anda mengerti konsep dasarnya dan tidak terlalu terfokus pada naskah aslinya.
Kehidupan tidak berjalan seperti itu.
Namun jika Anda belajar untuk membiarkan prospek mengetahui Anda dalam keadaan terburu-buru lalu memuji mereka, mengundang mereka lalu menyerahkan peralatan dengan kalimat,”Jika saya … , bersediakah Anda …,” kemudian memastikan dengan proses yang saya gambarkan dan mengakhiri percakapan di telepon atau selesai mengundang, hasilnya cukup memuaskan.

Ingatlah, dalam merekrut, tak ada pengalaman baik atau buruk – hanya pengalaman belajar.
Dalam perjalanan Anda untuk menjadi seorang Pebisnis Jaringan Profesional, hal terbaik yang bisa terjadi pada Anda yaitu mengembangkan keahlian untuk merekrut sesuai permintaan, dalam situasi apa pun.
Dengan begitu, Anda tak perlu cemas soal keberuntungan.
Jadi berlatih, berlatih dan terus berlatih.

Eric Worre, Go Pro
Bersambung …
www.sahabat-wangi.com/index.php?id=drfreddy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar