![]() |
| Mau beli atau jualan juga? |
KEAHLIAN #1 MENCARI
PROSPEK
Ketika orang mulai melirik Bisnis Jaringan, salah satu
pertanyaan terbesar mereka adalah,"Apakah saya mengenal banyak
orang?"
Mereka percaya dengan banyak orang, mereka akan meraih
kesuksesan.
Namun jika mereka tak mengenal banyak orang, mereka takkan
mempunyai peluang untuk sukses.
Kedengarannya cukup masuk akal tapi PENDAPAT ITU TIDAKLAH
BENAR.
Seperti yang sudah saya sebutkan ada tiga tipe orang dalam
Bisnis Jaringan: Si Peniru, Si Amatir, dan Si Profesional.
Ketika menyangkut pencarian prospek, Si Peniru membayangkan
tiga, empat, atau lima orang yang mereka harap akan bergabung ke dalam bisnis
mereka.
Masa depan mereka bergantung pada tanggapan orang-orang
tersebut.
Jika mereka cukup beruntung untuk menggaet salah satu dari
mereka, mereka bisa memperpanjang umur karier mereka untuk sementara.
Mereka mungkin akan membayangkan daftar tiga atau empat
orang tambahan.
Semoga saja, mereka pada akhirnya memutuskan untuk berhenti
menjadi peniru dan naik tingkat menjadi amatir.
Terkejutkah Anda jika mengetahui bahwa sekitar 80% dari yang
bergabung dalam Bisnis Jaringan memulai tugas pengembangan bisnisnya sebagai
peniru?
Itu benar.
Delapan dari 10 distributor awalnya memulai bisnis mereka
dengan mental sebagai peniru.
Mereka membuat daftar ingatan sederhana dan menanti apa yang
akan terjadi.
Mereka tak pernah mulai mengembangkan keahllian yang
dibutuhkan.
Tugas Anda adalah untuk memastikan Anda bukan salah satu
dari kelompok peniru.
Anda juga harus membantu tim Anda melakukan hal yang sama.
Didik mereka.
Bantu mereka untuk memahami pentingnya peluang ini jika
mereka benar-benar menghargainya.
Bagi peniru, satu-satunya peluang nyata mereka adalah
keberuntungan dan mereka berharap keberuntungan itu cepat datang.
Kelompok kedua adalah Si Amatir.
Mereka tidak membuat daftar ingatan sederhana tetapi daftar
tertulis berisi serangkaian tindakan yang diharapkan akan membawa hasil yang
baik.
Mungkin mereka membuat daftar sekitar 100 prospek.
Mereka mencatat daftar itu dengan semangat tetapi tidak
dengan ahli.
Mereka mulai mencari prospek dan daftar mereka mulai
menipis.
Ketika daftar prospek mereka semakin sedikit dan terus
berkurang, tingkat kecemasan merka pun bertambah dan makin meningkat.
Ketakutan terbesar mereka adalah kehabisan orang yang bisa
mereka ajak bergabung.
Tak pernah terlintas dalam benak saya bahwa MENCARI CALON
PROSPEK YANG BERKUALITAS ADALAH SEBUAH KEAHLIAN
Saya mendapati para profesional melakukan pendekatan untuk
mencari prospek dengan mengajak mereka berbincang sebagai salah satu keahlian
dasar mereka.
Mencari orang baru adalah bagian dari pekerjaan mereka.
Mereka tak tertarik dengan keberuntungan.
Eric Worre, Go Pro
Bersambung ...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar