![]() |
| Mau beli atau jualan juga? |
GP.10.3.DARI PERTEMUAN
KE PERTEMUAN
Sekarang saya tahu memang tidak ada rahasia.
Ia bisa saja mengatakan hal itu kepada saya.
Namun dengan sedikit rasa simpati, ia berkata, “Eric, kau
melihat seisi ruangan in? Di ruangan ini
ada sekitar 2000 peserta. Kami menggelar
acara seperti ini sekitar tiga kali dalam setahun. Ini rahasianya. Di acara berikutnya, setengah dari mereka
takkan datang tapi setengahnya lagi, peserta yang datang akan menghasilkan
pendapatan dua kali lipat rata-rata penghasilan pertama lainnya di ruangan ini. Tugasmu adalah bergabung dengan 1000 orang
yang ikut kembali. Namun itu belum
selesai. Di acara berikutnya, setengah
dari 1000 peserta takkan kembali tapi 500 orang yang menghasilkan empat kali
lipat dari jumlah penghasilan rata-rata di ruangan ini. Ini terus berlanjut dari satu acara ke acara
lainnya. Jika kau terus-menerus datang,
kau akan berakhir menjadi orang berpenghasilan tertinggi di ruangan ini. Dan pada akhirnya, kau akan mendapati dirimu
tampil di atas panggung.”
Saya bertanya, “Hanya itu?”
Ia lalu membalas, “Eric, di selang tiap penyelenggaraan
acara kau pasti harus terus meningkatkan keahlianmu. Tapi sepengalamanku jika kau melampaui
peserta di acara besar ini, kau akan berhasil menuju puncak.”
Pesannya lumayan mudah saya cerna.
Saya berterimakasih padanya dan langsung membuat resolusi
untuk tidak pernah melewatkan suatu acara besar perusahaan.
Namun itu tidaklah mudah.
Terkadang untuk mendapatkan tiket acara saja cukup
merepotkan.
Saya menjadikan itu sebagai prioritas dan menemukan cara
untuk membelinya.
Belum lagi masalah siapa yang mengasuh anak.
Saya terus-menerus mencari pengasuh anak yang saya dan istri
bisa percayai.
Saya terkadang juga kerepotan memilih transportasi untuk
sampai ke lokasi acara.
Alih-alih menikmati penerbangan langsung yang nyaman, saya
kadang harus memesan tiket pesawat dengan dua atau tiga transit.
Bukannya naik pesawat, saya kadang harus menyetir mobil,
bahkan berdesak-desakan dalam satu mobil dengan peserta lainnya yang juga mau
ke sana.
Saya pernah juga memesan satu bus dan mengajak warga sekitar
rumah untuk pergi bersama.
Intinya, saya memprioritaskan acara dan saya berhasil
mengikuti acara tersebut – bagaimana pun caranya.
Untuk soal penginapan, sekarang ini saya tinggal di hotel.
Tapi dulu tidak selalu begitu.
Pada awalnya saya sering berbagi kamar dengan orang sebanyak
mungkin.
Kami tidak memesan layanan kamar tapi pergi ke toserba
setempat untuk mencari makanan murah.
Hasil akhirnya, semua nasihat yang saya terima
bertahun-tahun lalu itu BERHASIL.
Karena saya ambisius dan haus ilmu, saya menemukan cara
untuk melampaui mereka yang kurang berkomitmen.
Dan seperti yang disampaikan si peraih penghasilan besar itu
kepada saya, penghasilan saya semakin berlipat ganda dalam setiap acara.
“TAHUKAH ANDA, APA KESAMAAN DI ANTARA PARA PERAIH
PENGHASILAN TERBESAR DALAM BISNIS JARINGAN? MEREKA BEKERJA KERAS.”
Eric Worre, Go Pro
Bersambung …
![]() |
| Mau beli atau jualan juga? |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar