Sabtu, 08 Agustus 2015

KEAHLIAN #3 - MEMPERKENALKAN PRODUK ATAU PELUANG BISNIS pada PROSPEK ANDA



 
www.sahabat-wangi.com/index.php?id=drfreddy
Mau beli atau jualan juga?

KEAHLIAN #3 - MEMPERKENALKAN PRODUK ATAU PELUANG BISNIS pada PROSPEK ANDA

Kita sudah membahas 2 keahlian pertama tentang mengenali prospek dan mengundang mereka untuk lebih mempelajari peluang bisnis atau produk Anda. 
Karena Anda sudah belajar, Anda akan mengundang mereka untuk memeriksa sebuah alat promosi atau menghadiri beberapa jenis acara.
Jika mereka memeriksa peralatan itu sendirian saat Anda tidak berada di sekitar mereka, tak ada hal yang bisa Anda perbuat.
Tindak lanjuti saja saat Anda berjanji melakukannya.
Jika Anda ada bersama mereka, pahamilah beberapa hal berikut.
Salah satu yang terbesar adalah ANDA bukan inti pesannya!

Ini salah satu hal terberat yang saya hadapi.
Saat saya pertama memulai, saya membaca segalanya sebisa saya, mendengarkan segala yang saya bisa, dan mengikuti seluruh sesi latihan yang saya bisa.
Saya mengira hal terpenting yang bisa saya lakukan adalah dengan menjadi ahli soal seluruh fakta terkait perusahaan saya.
Jadi jika ada yang bertanya pada saya apa pun itu saya sudah siap menjawab.
Kedengarannya cukup masuk akal, bukan?
Saya akan duduk dengan seseorang dan mengatakan,”Biar SAYA ceritakan semua tentang produk kami. Biar SAYA gambarkan semua system pendukung kami yang luar biasa.”
Pendekatan seperti itu malah mendatangkan masalah besar jika Anda ingin membangun organisasi yang besar dan sukses.
Menurut saya, masalah pertamanya adalah, sekeras apa pun saya belajar, akan selalu ada pertanyaan yang sulit saya jawab.
Karena saya memperkenalkan diri saya sebagai seorang ahli, jika saya kebingungan, itu akan membuat prospek mempertanyakan seluruh peluang.

Masalah kedua adalah mayoritas prospek saya tahu, saya bukanlah seorang ahli.
Jadi saat saya mendatangi mereka dan memperkenalkan diri saya sebagai figur otoritas, mereka tahu itu tidaklah benar.
Itu malah membuat mereka lebih curiga.

Masalah ketiga adalah meski saya sukses menjadi seorang ahli, distributor lain dalam tim saya tidak selalu mempunyai keinginan atau niat yang sama untuk belajar.
Alhasil, sayapun menjadi pria serba tahu untuk setiap presentasi.
Tak mungkin menciptakan sebuah organisasi yg akan berkembang 2 kali lipat dengan pendekatan ini dan tanpa berkembang dua kali lipat, Bisnis Jaringan hanyalah sebuah pekerjaan.

Pada awal sekali saya pribadi menganggap Bisnis Jaringan hanyalah sebuah pekerjaan.
Saya tak berkembang karena saya menjadikan diri saya pusat perhatian.

Para professional tak pernah menjadikan diri mereka pusat perhatian.
Lebih dari itu, mereka juga tak pernah memperkenalkan diri mereka sebagai seorang ahli.
Mereka bertindak sebagai seorang konsultan yang menghubungkan prospek dengan peralatan, acara, atau distributor lain yang membantu mereka agar terdidik.
Jika prospek bertanya para professional akan memandu prospek menuju jawaban tapi mereka tidak akan langsung menyediakan jawaban.
Para professional tahu mereka bisa mendaftarkan seseorang hanya dengan memukau mereka lewat pengetahuan dan pengalaman pribadi, namun mereka juga tahu dibutuhakn waktu lama bagi distributor baru mereka untuk mampu melakukan hal serupa.
Karena itulah mereka hadir dengan pendekatan yang lebih sederhana.

Eric Worre, Go Pro
Bersambung …
www.sahabat-wangi/index.php?id=drfreddy
Mau beli atau jualan juga?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar