![]() |
| Mau beli atau jualan juga? |
KEAHLIAN #3 - MEMPERKENALKAN PRODUK ATAU PELUANG BISNIS pada PROSPEK ANDA
Kita sudah membahas 2 keahlian pertama tentang mengenali
prospek dan mengundang mereka untuk lebih mempelajari peluang bisnis atau
produk Anda.
Karena Anda sudah belajar, Anda akan mengundang mereka untuk
memeriksa sebuah alat promosi atau menghadiri beberapa jenis acara.
Jika mereka memeriksa peralatan itu sendirian saat Anda
tidak berada di sekitar mereka, tak ada hal yang bisa Anda perbuat.
Tindak lanjuti saja saat Anda berjanji melakukannya.
Jika Anda ada bersama mereka, pahamilah beberapa hal
berikut.
Salah satu yang terbesar adalah ANDA bukan inti pesannya!
Ini salah satu hal terberat yang saya hadapi.
Saat saya pertama memulai, saya membaca segalanya sebisa
saya, mendengarkan segala yang saya bisa, dan mengikuti seluruh sesi latihan
yang saya bisa.
Saya mengira hal terpenting yang bisa saya lakukan adalah
dengan menjadi ahli soal seluruh fakta terkait perusahaan saya.
Jadi jika ada yang bertanya pada saya apa pun itu saya sudah
siap menjawab.
Kedengarannya cukup masuk akal, bukan?
Saya akan duduk dengan seseorang dan mengatakan,”Biar SAYA
ceritakan semua tentang produk kami. Biar SAYA gambarkan semua system pendukung
kami yang luar biasa.”
Pendekatan seperti itu malah mendatangkan masalah besar jika
Anda ingin membangun organisasi yang besar dan sukses.
Menurut saya, masalah pertamanya adalah, sekeras apa pun
saya belajar, akan selalu ada pertanyaan yang sulit saya jawab.
Karena saya memperkenalkan diri saya sebagai seorang ahli,
jika saya kebingungan, itu akan membuat prospek mempertanyakan seluruh peluang.
Masalah kedua adalah mayoritas prospek saya tahu, saya
bukanlah seorang ahli.
Jadi saat saya mendatangi mereka dan memperkenalkan diri
saya sebagai figur otoritas, mereka tahu itu tidaklah benar.
Itu malah membuat mereka lebih curiga.
Masalah ketiga adalah meski saya sukses menjadi seorang
ahli, distributor lain dalam tim saya tidak selalu mempunyai keinginan atau
niat yang sama untuk belajar.
Alhasil, sayapun menjadi pria serba tahu untuk setiap
presentasi.
Tak mungkin menciptakan sebuah organisasi yg akan berkembang
2 kali lipat dengan pendekatan ini dan tanpa berkembang dua kali lipat, Bisnis
Jaringan hanyalah sebuah pekerjaan.
Pada awal sekali saya pribadi menganggap Bisnis Jaringan
hanyalah sebuah pekerjaan.
Saya tak berkembang karena saya menjadikan diri saya pusat
perhatian.
Para professional tak pernah menjadikan diri mereka pusat
perhatian.
Lebih dari itu, mereka juga tak pernah memperkenalkan diri
mereka sebagai seorang ahli.
Mereka bertindak sebagai seorang konsultan yang
menghubungkan prospek dengan peralatan, acara, atau distributor lain yang
membantu mereka agar terdidik.
Jika prospek bertanya para professional akan memandu prospek
menuju jawaban tapi mereka tidak akan langsung menyediakan jawaban.
Para professional tahu mereka bisa mendaftarkan seseorang
hanya dengan memukau mereka lewat pengetahuan dan pengalaman pribadi, namun
mereka juga tahu dibutuhakn waktu lama bagi distributor baru mereka untuk mampu
melakukan hal serupa.
Karena itulah mereka hadir dengan pendekatan yang lebih
sederhana.
Eric Worre, Go Pro
Bersambung …


Tidak ada komentar:
Posting Komentar