![]() |
| Mau beli atau jualan juga? |
GP.9.1.Keahlian #6 - Menolong Distributor Baru Memulai Dengan Benar
Dalam Bisnis Jaringan, banyak orang menginvestasikan upaya
luar biasa mulai dari waktu dan uang untuk menggaet orang agar mendaftar.
Setelah itu mereka menyia-nyiakan investasi itu dengan membiarkan
distributor baru mencari tahu segalanya sendirian.
Para profesional tidak demikian.
Mereka mengatur harapan yang layak, mereka membantu
mendapatkan hasil dengan cepat lalu berlanjut dengan memandu distributor baru
melalui banyak fase dalam profesi kita.
Mentor awal saya, Michael Nelson sangat terampil dalam
membimbing distributor baru.
Ia menjadwalkan apa yang ia sebut sebagai “WAWANCARA
STRATEGI”, ia selalu menjalani teknik wawancara yang sama persis setiap kali.
WAWANCARA STRATEGI
BAGIAN PERTAMA
Ia mengesahkan keputusan mereka karena bergabung menjadi
distributor.
Ia mengatakan kalimat seperti, “Selamat karena telah
mengambil keputusan. Aku bangga pada
kalian karena berani mengendalikan hidup kalian. Mulai sekarang, segalanya akan menjadi berbeda
untuk kalian dan keluarga.”
Wawancara itu hanya berlangsung kurang dari 5 menit tapi di
akhir diskusi mereka, segala keraguan di benak mereka karena menjadi
distributor akan lenyap seketika.
Mereka merasa luar biasa.
WAWANCARA STRATEGI
BAGIAN KEDUA
Ia mengatur harapan mereka.
Ia menyadari mayoritas orang bergabung dalam bisnis kami
dengan harapan yang tidak wajar.
Oleh karena itu, ia selalu mengulangi 3 kalimat sama ini:
“Jika kalian sukses dalam bisnis ini, kesuksesan ini
tercipta berkat kalian, bukan saya. Jika
kalian gagal dalam bisnis ini, kegagalan itu datangnya dari kalian, bukan
saya. Kalian sendiri yang akan menjadi
pembeda antara kesuksesan dan kegagalan.
Saya di sini untuk membimbing kalian di setiap langkah tapi saya tidak
akan melakukan langkah-langkah itu untuk kalian. Saya di sini untuk bekerja dengan kalian,
bukan untuk kalian.”
Kalimat berikutnya yang ia ucapkan adalah, “Tugas saya
adalah menolong kalian mandiri dari saya secepat mungkin. Apa kalian setuju itu tujuan yang baik?”
Kalimat ini radikal tapi masuk akal.
Akibatnya, Michael mempunyai kelompok yang bekerja sendiri
tanpa harus terus-menerus dibantu.
Ia berlipat ganda dan mempunyai kebebasan.
Ini menciptakan hubungan harmonis sehingga Michael menjadi
guru untuk kelompoknya, bukan budak.
Ia dapat mengajarkan keahlian yang lantas dikembangkan
secara mandiri oleh kelompoknya hingga seterusnya.
Hal ketiga yang ia sampaikan adalah, “Pasti ada saat senang
dan susah saat kalian membangun bisnis.
Ada masa suka dan duka. Saya akan
tahu kalian dalam masa yang buruk saat kalian tidak menghubungi saya, kalian
tidak datang ke pertemuan, kalian tidak mengangkat telepon, jika saya mulai
mendengar alasan – sejenis itu. Saat itu
menimpa kalian, itu juga menimpa banyak orang, bagaimana kalian ingin saya
membereskannya? Kalian ingin saya
membiarkan kalian sendirian atau kalian ingin saya gigih dan mengingatkan
kalian alasan kalian memutuskan ini sedari awal?”
Ini sangat brilian karena benar sekali, setiap orang akan
mengalami momen meragukan dirinya.
Ia ingin mereka tahu bahwa itu hal yang wajar dan di saat
sama, ia membangun hubungan sehingga berada dalam posisi yang membuat mereka
bergerak ke arah positif saat itu terjadi.
Eric Worre, Go Pro
Bersambung …


Tidak ada komentar:
Posting Komentar