![]() |
| Mau beli atau jualan juga? |
MENGGELAR
ACARA
Dari kedua metode yang digunakan untuk mendidik prospek,
menggelar acara menjadi yang paling efektif.
Ada banyak alasan.
Misalnya saja, interaksi fisik karena bertemu dengan banyak
orang, yang membantu membangun kepercayaan.
Ada juga unsur penting dari “pengakuan sosial”.
Prospek perlu melihat bahwa ada orang lain yang terlibat
secara aktif dan mencari tahu seperti apa mereka.
Ada pengajaran tentang produk dan peluang finansial.
Prospek dapat melihat secara langsung bantuan seperti apa
yang tersedia.
Mereka menyadari mereka tak perlu melakukan segalanya
sendiri.
Dalam banyak kasus, ada kondisi yang begitu bersemangat dan
mendesak pada acara semacam ini.
Mereka juga dapat menyimak cerita dan pengalaman orang lain.
Itulah beberapa keuntungan dari mengadakan acara.
Satu-satunya kelemahan dalam mengadakan acara yaitu para
prospek kesulitan mengatur jadwal dan memastikan kehadiran mereka, khususnya
bagi orang-orang yang masih sepenuhnya baru.
Jika Anda tak punya keahlian, cukup wajar mengundang 20
orang dan hanya satu atau dua orang yang hadir.
Itu dapat mengecilkan hati.
Untuk membangun sebuah organisasi besar dan seperti aslinya,
saya menemukan bahwa sebuah peralatan adalah tahap pertama yang lebih baik.
Ingatlah tujuan kita adalah pendidikan dan pemahaman.
Kita ingin orang lain mengetahui apa yang kita miliki dan
memahami bagaimana hal itu dapat menguntungkan kehidupan mereka.
Sebuah peralatan adalah cara hebat agar orang menjadi
terdidik (dan semoga saja bersemangat) di tengah kehidupan mereka yang sibuk.
Mereka mungkin takkan mengemudi jauh demi bertemu dengan
Anda tetapi mereka dapat mendengarkan Audio Motivasi sembari menyetir, menonton
video singkat di DVD atau youtube, membaca majalah atau menyaksikan presentasi
online.
Betapa alat promosi (dalam hal FM adalah video “Bisnis
Parfum Ori Federico Mahora” dan “Bahaya Parfum Refill”) mengubah segalanya bagi
saya.
Saat Anda mempelajari cara mengundang orang untuk
menyaksikan video itu, hasilnya benar-benar mengagumkan.
Duplikasi terjadi, setiap orang di tim kami menjadi terfokus
pada metode harian yang berkisar pada kegiatan mengundang orang untuk
menyaksikan video itu.
Tak boleh ada gangguan.
Kebudayaan kami sepenuhnya berputar di sekitar strategi ini.
Pertumbuhan kami melesat pesat.
Mengadakan acara masih tetaplah penting tapi acara adalah
langkah kedua setelah orang-orang menonton video kami.
Dengan mengadopsi pendekatan baru ini, organisasi saya pada
akhirnya siap beraksi.
Saya pun dapat menikmati pengalaman mempunyai kelompok yang berkembang
– dengan atau tanpa saya.
Kelompok saya berkembang dari hanya belasan orang menjadi
ratusan orang kemudian menjadi ribuan orang.
Yang saya lakukan hanyalah mempelajari cara sukses mengajak
orang untuk menonton suatu video, ditambah dengan undangan ke sebuah acara, dan
MENGAJARI YANG LAINNYA UNTUK MELAKUKAN HAL SAMA.
Eric Worre
Bersambung …


Tidak ada komentar:
Posting Komentar