Selasa, 25 Agustus 2015

GP.10.4.IRON MAN

www.sahabat-wangi.com/index.php?id=drfreddy
Mau beli atau jualan juga?



GP.10.4.IRON MAN

Ditambah lagi hal aneh yang menimpa saya.
Saya mulai merasa berbeda dari orang lain.
Saya merasa seperti seorang “Iron Man.”
Saya mulai bangga akan kenyataan bahwa saya tetap bertahan di saat orang lain patah semangat.
Jadi jika Anda lebih berkomitmen daripada orang lain untuk mengikuti berbagai acara tujuan, seluruh komitmen penting itu akan sangat membantu Anda.

Sekali Anda berkomitment sepenuhnya, langkah berikutnya adalah memperbanyak jumlah orang dalam tim Anda yang ikut serta dengan Anda.
Mayoritas orang mengumumkan informasi acara besar berikutnya kepada kelompoknya, lalu duduk santai dan berharap orang akan mendaftar.
Para profesional menyadari ada perbedaan besar antara menjadi seorang “pembaca pengumuman” dengan menjadi “promotor”

Promotor menjadi acara sebagai suatu prioritas dalam kelompok mereka.
Mereka tanpa henti terus menyebarkan pesan.
Mereka menceritakan kisah yang menginspirasi orang-orang untuk bertindak.
Mereka melakukannya tulus dan tanpa lelah hingga orang-orang mendaftar.
Mereka berupaya menarik minat calon peserta dengan menceritakan betapa bagusnya acara yang digelar nanti serta manfaat yang didapat peserta dengan menghadirinya.
Satu hal yang saya pelajari sejak lama adalah jangan pernah mengarang alasan setidaknya jangan di permulaan.
Entah sudah berapa banyak orang yang dari awal beralasan macam-macam kepada saya karena tidak dapat menghadiri acara tujuan berikutnya.
Ternyata itu cuma alasan yang bahkan hanya bualan.

Masalah pada si amatir adalah mereka pasrah begitu saja dengan alasan pertama calon peserta sehingga undangan itu langsung berakhir.
Seseorang beralasan, “Aku tak bisa absen kerja,” atau , “Aku tak mampu membayarnya,” atau, “Aku tak mampu membayar pengasuh anak,” atau “Siapa yang nanti menjaga anjingku?” atau, “Ada pesta ultah di akhir pekan itu.”
Si amatir lalu mengatakan, “Baiklah kalau begitu.  Kuharap kau bisa datang di acara berikutnya.”

Si Profesional mempunyai pola pikir yang benar-benar berbeda.
Ketika merka mendengar kalimat keberatan, mereka tidak percaya begitu saja dengan cerita karangan itu karena mereka tahu itu mungkin tidak benar – atau setidaknya tidak cukup benar.
Mereka malah bersama orang itu untuk membantu mereka memahami makna dan pentingnya menghadiri acara.
Kemudian mereka membahasnya bersama untuk mencari jalan keluar atas masalah awal mereka.
Entah sudah berapa banyak orang yang sebelumnya memutuskan takkan ikut dalam acara berikutnya setelah saya bujuk dan dalam lima menit, mereka berubah pikiran dan mendaftar.
Intinya, ceritakan kisah Anda.
Jangan percaya begitu saja dengan kisah karangan mereka.

Bayangkan keahlian ini seolah-olah Anda adalah perusahaan yang sahamnya diperdagangkan secara terbuka dan nilai saham Anda bergantung langsung pada berapa banyak peserta di setiap acara tujuan.
Jika begitu kasusnya, Anda akan menjadikannya sebagai prioritas untuk selalu mendapatkan jumlah peserta lebih besar untuk acara berikutnya, bukan?
Anda mungkin mengawali hanya dari diri Anda pada acara pertama tapi kemudian tujuan berubah menjadi mengajak beberapa orang bersama Anda untuk acara berikutnya, dan terus menambahkan jumlah pesertanya dari satu acara ke acara berikutnya.

Eric Worre, Go Pro
Bersambung …
 
www.sahabat-wangi.com/index.php?id=drfreddy
Mau beli atau jualan juga?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar