Rabu, 05 Agustus 2015

JIKA ANDA AKAN BERGABUNG DALAM BISNIS JARINGAN




www.sahabat-wangi.com/index.php?id=drfreddy
JIKA ANDA AKAN BERGABUNG DALAM BISNIS JARINGAN

Ada tiga tipe orang dalam Bisnis Jaringan.
Saya sudah melihat dan menjadi ketiga tipe tersebut.
Ketiganya adalah si Peniru, si Amatir, dan si Profesional.

PENIRU
Si Peniru memperlakukan profesi ini bak selembar tiket lotre.
Mereka berharap untuk meraup untung besar dengan usaha seminimal mungkin.
Ketika pertama kali memulai, saya seorang Peniru, menumpang pd bantuan ayah saya dan mitranya.
Saya bisa dibilang beruntung karena mendapatkan hasil lumayan yg terus membuat saya bertahan setidaknya untuk sementara. 
Namun saya kira Anda sependapat dengan saya bahwa berada di kategori Peniru adalah ide yang buruk.
Dalam hitungan 90 hari, saya pun meninggalkan kategori itu dan menjadi amatir

AMATIR
Si Amatir berfokus pada banyak hal yang berbeda.
Salah satu hal yang terus menjadi fokuks perhatian selama saya menjadi amatir adalah keberuntungan.
Saya sangat berharap untuk beruntung dan mengikat kontrak dengan distributor monster yang akan membuat saya kaya.
Kita semua pernah mendengar kisah beberapa orang yang hidupnya berubah total dengan satu kontrak saja.
Di kehidupan nyata, bahkan jika beberapa kisah itu benar terjadi, tidak menolong profesi kita dengan baik karena menjadikan banyak orang menghabiskan waktu mereka untuk memimpikan kesuksesan besar tesebut.

Hal kedua yang menjadi fokus saya saat masih amatir adalah tentang pemilihan waktu.
Saya dulu selalu khawatir dengan pemilihan waktu.
Apa saya masuk cukup awal?
Bisakah saya menjadi pemegang jabatan tinggi termuda di perusahaan?
Bagaimana pemimpin lainnya yg sudah berada di pasar lokal saya?
Apakah di sana banyak pesaing?
Apakah di sana cukup perusahaan?
Apakah perusahaan itu terlalu besar?
Apa saya melewatkan kurva pertumbuhan?
Apakah perusahaan itu terlalu kecil?
Saya terobsesi dengan gagasan pemilihan waktu.

Hal ketiga yg saya perhatikan saat masih amatir adalah penempatan posisi.
Apa saya berada di organisasi yang tepat?
Apa orang lain mempunyai posisi lebih baik dari saya?
Mungkin saya tidak memiliki upline yg tepat.
Apakah saya lebih baik kalau di tempat lain.

Kemudian hal keempat yang saya pikirkan saat amatir adalah jalan pintas.
Saya selalu mencari suatu celah.
Metode promosi apa pun yang tersedia, selalu bersedia saya lakukan.
Memasang iklan di koran? Oke.
Meang iklan lowongan kerja di sisi jalan? Ayo.
Membagiakn brosur di mal? Saya lakoni.
Datangi rumah warga satu per satu?
Boleh dicoba.
Internet belum ada saat saya masih amatir.
Coba bayangkan betapa gilanya saya jika melakukan seluruh taktik di Internet yang bisa saya gunakan untuk menghibur diri.
Maksudnya, setiap kali saya mendengar ada teknik pendekatan baru mengagumkan yang diajarkan siapa pun di dunia ini, saya selalu mendalaminya dan mencoba mencari jalan pintas.

Eric Worre, Go Pro
Bersambung ... 
www.sahabat-wangi.com/index.php?id=drfreddy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar